Wakapolda Malut : Anggota jangan sampai kosongkan penjagaan di KPU dan Bawaslu.

MABA,Deltasatu.com – Anggota Kepolisian Republik Indonesia yang ditugaskan piket dan PAM di Wilayah Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Haltim diperintahkan dengan tegas agar tidak mengosongkan Penjagaan.

Ini disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara (Malut) Brigjen.Pol. Mahmudi pada saat kunjungan ke Polres Haltim kemarin.

Dikatakan, itu adalah tugas pokok Kepolisian untuk menjaga Bawaslu dan KPU bahkan hingga gudang Logistik milik KPU selama tahapan pemilihan berlangsung.

Lanjut dia, anggota yang ditugaskan harus memastikan betul situasi bahkan untuk Gudang Logistik, harus dipastikan berapa jumlah pintu dengan kondisinya, semua kondisi jendela bahkan CCTV.

“Kemarin di Taliabo Gudang Logistik menggunakan ruko namun itu milik anggota Polri oleh karena itu saya perintahkan agar KPU mengganti Kunci sehingga tidak ada kunci ganda yang dipegang oleh pemilik ruko,” katanya.

Mahmudi juga mengatakan jika kedapatan Anggota yang lalai atau melakukan pelanggaran, itu pasti dikenakan Sanksi baik pidana hingga sanksi etik.


Sementara untuk distribusi logistik lanjut Mahmudi, Anggota yang melakukan pengawalan diminta tetap stay dan tidak meninggalkan logistik hingga sampai ke tempat tujuan logistik.

Untuk diketahui, selama tahapan Pemilu ini berlangsung, Polres Haltim telah menugaskan 6 orang anggota ke Kantor KPU untuk penjagaan di kantor dan Gudang Logistik, dan 4 orang anggota di Bawaslu Haltim.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *