Soal netralitas, Ini arahan Wakapolda Malut ke Polres Haltim.

MABA,Deltasatu.com – Kedatangan Wakil Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara (Malut) Brigjen.Pol.Samsudi di Polres Halmahera Timur (Haltim) dalam rangka memberikan arahan pentingnya netralitas anggota Kepolisian pada Pemilu 2024 menekankan beberapa poin penting.

Arahan yang diberikan Wakapolda Brigjen.Pol.Samsudi, diantaranya menjaga sikap netralitas dan tidak dibenarkan untuk berpolitik Praktis sebagaimana diatur dalam Undang – Undang Kepolisian RI Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 28 Ayat 1 dan 2.

“ini tentu sudah disampaikan berulangkali oleh Pak Kapolres kepada anggotanya akan tetapi, saya akan menekankan lagi soal netralitas ini,”Tegas Samsudi, Kamis (28/12/2023).

Dikatakan, Selain dasar undang – undang Nomor 2 Tahun 2002, anggota polri juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) NO 2 tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri Pasal 5, juga dalam Peraturan Polisi (perpol) Nomor 7 tahun 2022 pasal 4 Huruf a.

Ia juga menjelaskan apa saja yang tidak bisa dilakukan oleh Anggota Polisi salah satunya memberikan Atau Memfasilitasi Kegiatan Partai Politik .

“Anggota Polri juga tidak bisa menjadi simpatisan,Pembicara dalam kegiatan Politik,”tambahnya.

Dikatakan Kendatipun Keluarga Anggota Polisi yakni Istri dan anak dapat menggunakan Hak pilih namun Anggota Polisi tidak sedikitpun memiliki hak untuk memilih dan hak untuk dipilih.

Lanjut dia, Jika ada anak yang sudah memilih dan menanyakan kepada orang tua yang berstatus anggota polisi mau memilih siapa, maka itu diperbolehkan untuk mengarahkan anaknya.
“Kalau menghadiri Kampanye, Anak Istri diperbolehkan ikut Kampanye asalkan tidak menggunakan atribut seperti Baju Bhayangkari atau lainnya yang berkaitan dengan institusi kepolisian,”tutup Wakapolda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *