SeOPMI Haltim desak Pemkab batalkan Permohonan WIUP PT.BBH di Maba Selatan.

MABA,Deltasatu.com – Aktivitas industri pertambangan di wilayah Maluku Utara (Malut) cukup masif, tak terkecuali di daratan Bumi Fagogoru menjadi incaran bahkan target para investor untuk meraup keuntungan.

Kepada wartawan, ketua Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (SeOPMI) Halmahera Timur (Haltim) Asyadi S. Ladjim mendesak kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Haltim agar segera membatalkan permohonan Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) perusahaan PT. Berkarya Bersama Halmahera.

Berdasarkan data yang dihimpun SeOPMI Haltim, lanjut Asyadi, PT.Berkarya Bersama Halmahera dikabarkan melakukan permohonan Usulan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Komiditi Mineral Logam (NIKEL) kepada KH. Abdul Gani Kasuba Gubernur Provinsi Maluku Utara pada saat itu.

Lanjut dia, Tujuan permohonan tersebut agar Mantan Gubernur Abd.Gani Kasuba merekomendasikan Wilayah HAL-TENG (Kec. Patani Timur) dan HAL-TIM (Maba Selatan) dengan Luas Wilayah 4.453 Ha kepada Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM juga melalui surat tembusan beberapa Kepala Dinas terkait yaitu, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Maluku Utara dan Kepala Dinas ESDM Provinsi Malut.

Kata Asyadi, menurut kajian organisasi, Dalam sejarah Negeri Fagogoru tidak ada yang namanya Revolusi Industri.

Lanjut dia, Masyarakat Fagogoru bergerak dengan alat tradisional petani dan nelayan untuk berperang mempertahankan tanah maupun hidup.

” Kami secara tegas menolak itu Industri Pertambangan, dalam hal ini PT. Berkarya Bersama Halmahera yang akan beroperasi di Maba selatan dan Patani Timur,”tegasnya. Rabu, (20/03/2024).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *