Polisi Diminta Sisir Lokasi Teror OTK Sebelum Jatuh Korban

WEDA, Deltasatu.com_ Aparat kepolisian diminta segera menyisir lokasi teror orang tak dikenal (OTK) di pertengahan jalan Mesa-Yeke, Kecamatan Weda Timur. 

Pasalnya, teror yang dilakukan OTK di jalan Mesa dan Yeke sangat meresahkan warga. Terutama para pengendara yang kerap melintasi jalan tersebut. 

“Kami mendesak kepada Kapolda Malut dan Kapolres Halteng untuk segera ambil langkah penyisiran lokasi sebelum jatuh korban,”pintah Toko Muda Fagogoru, Ubaidi Abdul Halim, Rabu (26/10). 

Ubaidi menyatakan, polisi tidak perlu menunggu laporan warga atau harus ada korban akibat diserang orang tak dikenal.

Polisi kata Ubaidi, sebaiknya mencari dan mengumpulkan alat bukti seperti panah dan menggali keterangan saksi-saksi di lapangan pada saat kejadian itu.

“Tak perlu menunggu laporan atau pengaduan dari masyarakat,”ungkapnya.

Ubaidi menjelaskan, Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 14 tahun 2012 pasal 1 nomor 14 tentang menagemen Penyidikan Tindak Pidana menyebutkan bukti permulaan seperti (panah) adalah alat bukti yang sah yang digunakan untuk menduga bahwa seseorang telah melakukan tindak pidana sebagai dasar untuk melakukan penangkapan.

“Jadi, teror dan bukti anak panah itu bisa dijadikan bukti permulaan polisi menyisir lokasi tersebut. Polisi tidak bisa diam sebelum jatuh korban,”ujarnya.

Polisi lanjut Ubaidi, harus benar-benar menyisir lokasi tersebut sehingga pelakunya bisa terdeteksi. Sebab, beberapa kasus pembunuhan yang sampai detik ini pelakunya tidak terungkap.

Diketahui, OTK pada Selasa (25/10)  malam sekitar pukul 21.00 wit kembali meneror warga di jalan Weda Patani. Tepatnya di pertengahan Yeke dan Mesa. OTK menyerang warga yang melintas dengan mobil menggunakan panah. Kejadian teror ini tak ada korban jiwa.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *