Ketua Se-OPMI Haltim : Pemda Haltim jangan melakukan Distorsi RTRW di Maba Selatan.

MABA,Deltasatu.com – Ketua Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (Se-OPMI) Halmahera Timur (Haltim) Asyadi S.Ladjim menegaskan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Haltim dibawah pimpinan Ubaid -Anjas agar tidak melakukan distorsi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada di Kecamatan Maba Selatan.

Tegasan ketua Se-OPMI Haltim itu, menyusul maraknya issu kehadiran Perusahaan Tambang yang bakal beroperasi di Kecamatan Maba Selatan yaitu PT.Berkarya Bersama Halmahera (BBH).

Dikatakan, jelas dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Hamahera Timur Nomor 6 Tahun 2012. Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Halmahera Timur Tahun 2010-2029 yang telah melalui persetujuan bersama oleh DPRD dan Bupati Halmahera Timur, Kecamatan Maba Selatan adalah Kawasan Peruntukkan Pertanian, perikanan dan Pariwisata sebagaimana dimaksud dalam paragraf 2 Pasal 25, Paragraf 3 Pasal 26 dan Pasal 29 dimana diantaranya adalah Desa Loleolamo, Peteley dan Waci sebagai Kawasan Tanaman Holtikultura.

Sementara untuk Desa Siil kata Asyadi, Sebagai Kawasan yang diperuntukkan Perikanan (Kawasan Peruntukkan pengelolahan ikan) dan secara keseluruhan kecamatan Maba selatan sebagai Kawasan Pariwisata.
” Dan ini juga terdapat dalam RPJMD Kab. Halmahera Timur 2021-2025 oleh karena itu jangan coba coba merubah,” aku Asyadi, Kamis (28/03/2024).

Pemerintah Provinsi dan dan Pemda Haltim, tambah dia, jika berpihak pada PT. BBH maka tentu melanggar ketentuan UU adapun berdasarkan Pasal 2 UU Nomor 26 Tahun 2007 Penataan Ruang di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *