Ketua Bawaslu Haltim tegaskan PSU di TPS 1 Teluk Buli.

MABA,Deltasatu.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Suratman Kadir menegaskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Desa Teluk Buli Kecamatan Maba Haltim Maluku Utara (Malut).

Tegasan Suratman itu lantaran mendapat laporan dari tim Gakumdu Bawaslu Haltim, bahwa ada perselisihan suara dimana Jula Pengguna Hak Pilih melebihi Jumlah yang tertera dalam daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) ya ada di TPS itu.

Suratman Kadir mengatakan dalam ketentuan Pemungutan Suara Ulang (PSU) jikalau satu warga ditemukan mencoblos lebih dari TPS yang sama atau TPS yang berbeda, maka itu harus PSU.

“Melirik kasus di teluk Buli Kecamatan Maba, itu kan mencoblos beberapa surat suara, maka terpenuhi untuk PSU,” katanya. Jumat (16/2/2024).

Ia juga menjelaskan sesuai kronologis kejadian yang diterima oleh Tim Gakumdu atas rekomendasi Panwas Kecamatan Maba bahwa ada tiga warga yang masuk ke TPS lalu mengambil surat suara sisa dan coblos, setelah itu dimasukkan ke dalam kotak suara, sehingga pada perhitungan memang terjadi selisih.

“Jadi rekomendasi untuk PSU di Desa teluk Buli itu ada empat kategori diantaranya DPR-RI, DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi dan DPD, sementara Presiden dan wakil Presiden tidak di lakukan PSU karena pada saat perhitungan itu sudah cocok baik hak pilih dan surat suara,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan, Tim Gakumdu dalam hal ini Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan, juga sudah melakukan rapat bersama, yang rencananya mulai hari Senin tanggal 19 Februari 2024 akan dilakukan proses klarifikasi terhadap saksi maupun pelaku-pelaku yang melakukan pelanggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *