IFAS Nilai BP4D Haltim Tertutup Soal Konsultasi Publik KLHS

MABA, Deltasatu.com_ Konsultasi publik tentang Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D), Pemkab Haltim, dinilai sangat tertutup.

Hal ini disampaikan, Ketua Institute Faifiye Spasial (IFAS), Halmahera Timur, Ismit Abas Hatari.

Ia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pada 3 Agustus 2022 di Kantor BP4D itu, selain melibatkan semua stakeholder selaku pemangku kepentingan, juga  harus melibatkan masyarakat yang terdampak sehingga dapat lebih awal mengetahui implikasi kebijakan rencana dan program rencana tata ruang wilayah (RTRW).

“Ini dimaksudkan agar pada saat revisi RTRW ditetapkan tidak menimbulkan kontroversi atau bentuk penolakan di masyarakat, bukan terkesan tertutup hanya sesama SKPD saja,”ujar Ismit melalui press releasenya kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

Ia menegaskan, dokumen yang wajib disusun dalam penyusunan revisi RTRW Hatim, yaitu KLHS, dan penyusunan KLHS wajib dilakukan adalah konsultasi publik untuk menjaring opini dan aspirasi dari para pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam mengidentifikasi maupun merumuskan isu-isu pembangunan berkelanjutan.

“Makanya saya berharap semua stakeholder itu dilibatkan agar memberikan informasi dan masukan yang membangun sehingga dapat menghasilkan rencana tata ruang Haltim berkualitas, implementatif, dan responsif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat,”bebernya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, persyaratan dasar perizinan berusaha melalui Omnibuslaw memposisikan rencana tata ruang sebagai salah satu kesesuaian kegiatan rencana lokasi kegiatan dan usaha dengan rencana tata ruang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *