Ifas Haltim Nilai Pengusulan Desa Ekor Sebagai Kalaju dilakukan Tanpa Dasar

MABA, Deltasatu.com_ Pengusulan Desa Ekor, Kecamatan Wasile Selatan sebagai program kampung nelayan maju (Kalaju) oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Haltim disorot. 

Institute Faifiye Spasial (IFAS) Halmahera Timur menilai pengusulan tersebut dilakukan tanpa dasar. Hal ini disampaikan oleh Dirut Ifas Haltim, Ismit Abas Hatari.

Menurut Ismit, dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) pemerintahan Ubaid-Anjas Desa Ekor tidak masuk dalam pengembangan kawasan perikanan terpadu.

Desa yang masuk dalam pengembangan kawasan perikanan terpadu yang dituangkan dalam dokumen RPJMD adalah Desa Sondo – Sondo, Desa Saramake, Tanjung Roni, Desa Subaim, Desa Sil Dan Dabo.

“Menurut Saya Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Haltim tidak konsisten atau membuat program yang keluar dari dokumen RPJMD yang mereka buat sendiri,”katanya, Senin (10/7).

Ia menegaskan, dokumen RPJMD itu merupakan salah satu dokumen instrumen atau dasar pemerintah daerah dalam pembangunan Halmahera Timur 5 tahun kedepan.

“Kalau kita melihat peta lokasi pengembangan kawasan perikanan terpadu di dokumen RPJMD Desa Ekor Itu di Luar peta lokasi pengembangan kawasan karena di Kecamatan Wasile Selatan hanya Desa Saramake, Sondo-Sondo dan Tanjung Roni,”lanjutnya.

Maka dari Itu, kata Ismit, DPRD Haltim dalam hal Ini komisi terkait segera memanggil Kadis DKP untuk meminta keterangan terkait persoalan ini.

Pasalnya, kebijakan ini terkesan Pemda keluar dari subtansi RPJMD dalam pengembangan ekonomi di sektor Perikanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *